Jumat, 24 Februari 2012

Ayo, Belajar Menulis ^.^

Belajar menulis bukanlah suatu perkara mudah. Bukan haya bakat saja yang diperlukan, tetapi juga keinginan dan hasrat yang kuat dalam menulis. Teori yang paling mendasar adalah tulislah apa yang ada pada pikiran atau apa yang sedang diingat. Karena belum terbiasa, mungkin tulisan pertama akan tersendat-sendat. Pikiran menjati buntu atau gelap, seolah-olah tidak ada yang bisa ditulis. Meskipun demikian, jangan takut tulisan jelek atau tidak bisa dimengerti; jangan putus asa, teruslah menulis dan menulis lagi. Apabila rajin dan tekun belajar, kita akan lancar merangkai kata dalam menuangkan gagasan. Intinya, kita terus berlatih. Jangan memikirkan teori menulis sebelum lancar menuangkan gagasan.
Bagaimanapun mahirnya seseorang dalam teori menulis, kalau tidak pernah mempraktikannya atau tidak pernah mencobanya, ia tetap tidak akan bisa menulis. Teori yang sangat mendasar dalam menulis, tulislah apa yang ada dalam benak Anda. Kalau bingung harus bagaimana dan apa yang harus ditulis, tulislah “bingung” atau “saya bingung….” Kemudian kemukakanlah alasan-alasan kebingungan tersebut. Dengan demikian, terbentuklah sebuah tulisan meskipun bukan tulisan yang dikehendaki. Selain itu, Anda akan menemukan kembali apa yang Anda pikirkan. Kali pertama belajar menulis jangan memikirkan dahulu apakah tata bahasa yang kita gunakan benar, pilihan katanya tepat, dan  pembentukan paragrafnya benar; apakah ide kita tertuangkan tepat dan mudah dipahami; jangan mengedit sebelum gagasan kita menuangkan semua. Tulislah apa yang melintas di pikiran Anda. Apabila sudah lancar  merangkai kata, langkah selanjutnya adalah mempelajari teori-teori menulis.
Tingkat kemampuan menulis pada mahasiswa harus sama dengan tingkat pemain sepak bola professional. Bermain bola pada tingkat professional bukan lagi memikirkan bagaimana menendang, menggiring, dan merebut bola, tetapi bagaimana para pemain mengatur variasi serangan, taktik mengecoh lawan, dan strategi mempertahankan gawang sendiri. Begitu juga dalam menulis, mahasiswa seharusnya tidak lagi memikirkan bagaimana merangkai kata, menggunakan ejaan, membuat kalimat, dan membentuk paragraf. Mahasiswa harus sudah bisa mengembangkan gagasan, menentukan tema, topic, judul, membuat kerangka karangan, membuat berbagai jenis karangan, sampai tingkat impovisasi. So, tidak ada kata terlambat dalam menulis.. ^.^

0 komentar:

Posting Komentar