Belajar menulis bukanlah suatu perkara mudah. Bukan haya bakat saja yang diperlukan, tetapi juga keinginan dan hasrat yang kuat dalam menulis. Teori yang paling mendasar adalah tulislah apa yang ada pada pikiran atau apa yang sedang diingat. Karena belum terbiasa, mungkin tulisan pertama akan tersendat-sendat. Pikiran
menjati buntu atau gelap, seolah-olah tidak ada yang bisa ditulis.
Meskipun demikian, jangan takut tulisan jelek atau tidak bisa
dimengerti; jangan putus asa, teruslah menulis dan menulis lagi. Apabila
rajin dan tekun belajar, kita akan lancar merangkai kata dalam menuangkan gagasan. Intinya, kita terus berlatih. Jangan memikirkan teori menulis sebelum lancar menuangkan gagasan.
Bagaimanapun mahirnya seseorang dalam teori menulis, kalau tidak pernah mempraktikannya atau tidak pernah mencobanya, ia tetap tidak akan bisa menulis. Teori yang sangat mendasar dalam menulis,
tulislah apa yang ada dalam benak Anda. Kalau bingung harus bagaimana
dan apa yang harus ditulis, tulislah “bingung” atau “saya bingung….”
Kemudian kemukakanlah alasan-alasan kebingungan tersebut. Dengan
demikian, terbentuklah sebuah tulisan meskipun bukan tulisan yang dikehendaki. Selain itu, Anda akan menemukan kembali apa yang Anda pikirkan. Kali pertama belajar menulis jangan memikirkan dahulu apakah tata bahasa yang kita gunakan benar, pilihan katanya tepat, dan pembentukan paragrafnya benar; apakah ide kita tertuangkan tepat dan mudah dipahami; jangan mengedit sebelum gagasan kita menuangkan semua. Tulislah apa yang melintas di pikiran Anda. Apabila sudah lancar merangkai kata, langkah selanjutnya adalah mempelajari teori-teori menulis.
Tingkat kemampuan menulis pada mahasiswa harus sama dengan tingkat pemain sepak bola professional. Bermain bola pada tingkat professional
bukan lagi memikirkan bagaimana menendang, menggiring, dan merebut
bola, tetapi bagaimana para pemain mengatur variasi serangan, taktik
mengecoh lawan, dan strategi mempertahankan gawang sendiri. Begitu juga
dalam menulis, mahasiswa seharusnya tidak lagi memikirkan bagaimana merangkai kata, menggunakan ejaan, membuat kalimat, dan membentuk paragraf. Mahasiswa harus sudah bisa mengembangkan
gagasan, menentukan tema, topic, judul, membuat kerangka karangan,
membuat berbagai jenis karangan, sampai tingkat impovisasi. So, tidak ada kata terlambat dalam menulis.. ^.^

0 komentar:
Posting Komentar